Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Membuka Usaha Jual Barang Elektronik Bekas Siap Pakai

vemuda.com - Selamat berjumpa lagi di blog kami ini yang sangat sederhana sekali. Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas "Tips Jitu Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan", nah pada kesempatan kali ini kami akan membagikan tips cara membuka usaha jual barang elektronik bekas siap pakai. Kebetulan usaha ini sedang kami geluti sendiri, maka tips usaha ini didsari dari pengalaman pribadi penulis sendiri pula. Baiklah mari kita simak poin demi poin untuk mengetahui detail usaha ini. 

Barang bekas
Barang elektronik bekas

1.Latar Belakang Membuka Usaha

Berdasarkan pengalaman kami, dalam membuka usaha ini ada dilatarbelakangi oleh 3 hal. Berikut ini kami jelaskan latar belakang dalam membuka usaha jualan barang elektronik bekas siap pakai. Mari kita simak satu persatu untuk lebih jelas lagi. 

a. Masyarakat Membutuhkan Barang Elektronik Murah

Kebutuhan masyarakat akan barang-barang elektronik dengan harga murah sudah menjadi hal yang lazim sekarang ini. Bagi sebagian masyarakat, membeli barang dengan merek yang sudah lama dikenal dengan kualitasnya itu lebih baik daripada membeli barang elektronik dengan merek baru yang belum diketahui kualitasnya, kendati harganya jauh lebih murah. 

Masyarakat membutuhkan barang elektronik yang tahan lama dipakai bertahun-tahun, bukan barang yang ketika dipakai sebulan dua bulan sudah rusak. Namun memang kendala harga barang elektronik dengan kualitas baik itu rata-rata tidak murah, kadang selisih harganya cukup jauh jika dibandingkan dengan produk -produk dari China. Masyarakat kadang lebih memilih membeli barang elektronik bekas dengan kualitas baik, tentu saja harganya akan lebih murah. 

Nah berangkat dari kebutuhan masyarakat akan barang-barang elektronik dengan kualitas baik dan murah inilah yang bisa Anda manfaatkan untuk menjadi peluang usaha bagi Anda untuk bisa membuka usaha menjual barang-barang elektronik bekas dengan harga miring kepada masyarakat. Anda bisa menjual blender, kipas angin, mesin cuci, dispenser, amplifier, rice cooker, TV, speaker bekas dan sebagainya. 

b. Usaha yang Menguntungkan

Sepanjang yang kami jalani selama dua tahun ini, usaha ini lumayan menguntungkan dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau masalah nominal keuntunganya itu relatif dan tergantung dari apa yang kami jual dalam sehari. Ada barang yang ketika dijual menghasilkan keuntungan 25 persen, ada juga barang yang memberikan keuntungan 100 persen. 

Keuntungan dihitung dari berapa harga jual barang, lalu dikurangi berapa modal yang dikeluarkan untuk membeli barang, dan biaya  perbaikannya. Untuk mesin cuci berkapasitas 8,5 - 9,5 kg biasanya kami bisa mendapatkan keuntungan sampai 100 persen dari menjualnya. Tapi menjual mesin cuci tidaklah secepat menjual barang seperti blender atau kipas angin. Jadi kadang berminggu-minggu belum laku. 

c. Kompetitor Tidak Terlalu Banyak

Berdasarkan pengalaman kami dalam membuka usaha ini di daerah Jambi Timur, kami melihat tidak terlalu banyak kompetitor yang bermain dalam usaha ini. Hal inilah yang membuat kami yakin untuk membuka usaha tersebut. Semakin sedikit kompetitor, semakin besar peluang usaha Anda untuk berkembang. 

Maka dari itu, perhatikan dahulu apakah di sekitar wilayah Anda sudah banyak pemain usaha ini atau belum terlalu banyak. Anda bisa survey melalui media sosial seperti Facebook, dengan cara melihat marketplace dan grup jual beli di Facebook, siapa saja orang yang telah bermain dalam usaha ini. Kalau belum terlalu banyak, maka ini saatnya Anda terjun dalam usaha ini. 

2. Syarat dan Pertimbangan dalam Membuka Usaha

Tentu saja ada syarat atau pertimbangan sebelum memutuskan untuk terjun dalam usaha ini. Untuk itu kami bagi menjadi empat poin utama yang akan kami jelaskan. Mari kita simak berikut ini. 

a. Modal Awal

Kira-kira berapa modal awal untuk usaha ini? Mau tahu berapa? Sebenarnya ini tergantung dari beberapa hal; biaya sewa lokasi, jumlah barang yang dibeli, perlengkapan pendukung usaha dan biaya renovasi lapak usaha. 

Sebagai gambaran, ketika awal-awal membuka usaha ini kami menyewa ruko dengan biaya Rp. 4.000.000 setahun, biaya beli barang bekas sekitar Rp. 2.000.000, lalu membuat meja, memasang lampu dan kipas blower AC sekitar Rp. 250.000, kemudian tester Rp. 50.000

Jadi modal awal kami membuka usaha tersebut kurang lebih Rp. 6.300.000. Lumayan tidak terlalu besar. Akan sangat lebih baik kalo Anda telah memiliki lapak sendiri tanpa menyewa lagi. Sehingga bisa menekan biaya usaha. 

b. Lokasi Usaha

Pertimbangan berikutnya adalah bagaimana memilih lokasi usaha yang strategis yang bisa diakses banyak orang. Lokasi yang bisa dijangkau oleh kendaraan bermotor lebih diutamakan. Apalagi di pinggir jalan. Karena kadang yang datang kadangkala membawa mobil. Jadi usahakan Anda memilih lokasi yang mudah diakses oleh kendaraan bermotor. 

c. Suplai Barang

Bagaimana cara mendapatkan suplai barang elektronik bekas? Anda harus rajin-rajin pergi ke gudang-gudang pengepul barang bekas. Karena dari sana Anda bisa mendapatkan barang-barang bekas yang sudah tidak bisa dipakai lagi. 

Anda juga bisa mendapatkannya dari para pencari barang bekas yang biasanya keliling memakai gerobak. Metode seperti itu pula yang kami lakukan selama ini. Jadi kedua pihak sama-sama diuntungkan. Untuk harga belinya bisa disesuaikan dengan kondisi barang. Kadang kami beli secara borongan untuk mendapatkan harga lebih murah lagi. 

d. Keahlian Memperbaiki Barang Elektronik

Nah ini dia aspek yang tak boleh dilupakan, yakni keahlian dalam memperbaiki barang elektronik. Kalau Anda sudah ada keahlian, maka tidak masalah untuk membuka usaha ini. Tapi kalau tidak mengerti permasalahan barang-barang elektronik, maka tidak disarankan menggeluti usaha ini. 

Terkadang konsumen sangat detail menanyakan keadaan barang, maka kalau kita tidak paham terhadap keadaan barang, baik itu fungsinya ataupun komponen-komponen yang ada pada batang tersebut, maka mereka akan ragu dengan barang yang kita tawarkan. Oleh karena itu, keahlian memperbaiki dan pemahaman terhadap barang-barang elektronik menjadi aspek paling penting disini. 

3. Resiko Usaha

Setiap usaha saya rasa memiliki resiko kerugian tersendiri terlepas dari peluang keuntungannya. Apa saja resiko usaha menjual barang-barang elektronik bekas? Selama yang kami jalani, ada 2 resikonya. 

a. Resiko Kerusakan

Sebelumnya kita semua harus menyadari bahwa yang kita jual ini adalah barang bekas. Setiap barang memiliki kondisi kerusakan yang berbeda-beda dan durasi pemakaian yang berbeda-beda pula. Jadi, ada barang yang bisa awet setelah diperbaiki, ada pula yang tidak awet, kadang tidak sampai seminggu sudah rusak lagi. 

Nah resiko dari kerusakan inilah yang membuat kita bisa rugi, karena pembeli biasanya akan mengembalikan barang yang dibelinya atau minimal menukarnya dengan barang sejenis. Kami biasanya memberi garansi seminggu terhadap barang yang dijual. Nah selain rugi, kita juga mungkin akan kehilangan kepercayaan dari konsumen karena jualan kita dianggap kurang baik kualitasnya. 

b. Resiko Barang Tidak Laku

Seperti usaha-usaha pada umumnya, selalu ada resiko barang tidak laku atau lambat laku. Kita ketahui bahwa barang elektronik ini bukanlah barang pangan yang dibutuhkan setiap hari, yang mau tidak mau harus dibeli. Hal ini berbeda dengan barang-barang elektronik yang tidak mungkin dibeli setiap hari oleh per individu. Tidak mungkin Anda membeli TV setiap hari, begitu kan? 

Nah dari itulah selalu ada resiko barang yang tidak laku atau lambat laku, terutama untuk barang yang tidak terlalu darurat untuk digunakan. Kami ambil contoh, barang seperti dispenser cukup lambat terjual, karena masyarakat lebih suka memasak air di kompor daripada menggunakan dispenser yang memakan banyak daya listrik. Bukan hanya dispenser, kadang ada barang lain yang berbulan-bulan tidak laku. Ya resikonya perputaran modal jadi ikut berpengaruh pula. 

4. Jenis Barang yang Dijual

Apa saja barang yang harus dijual? Sebenarnya ini relatif dan tergantung dari kemampuan kita memperbaiki barang elektronik. Pilih barang-barang yang sekiranya Anda mampu untuk memperbaikinya. Sesuaikan saja dengan spesialisasi Anda. 

Utamakan untuk menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti blender, kipas angin, mesin cuci, dispenser, rice cooker, setrika, TV, kulkas, amplifier, speaker, AC dan sebagainya. Nanti Anda bisa tambahi dengan barang non elektronik seperti kompor, wastafel, panci, timbangan, selang dan regulator kompor, termos dan sebagainya. 

Lalu usahakan juga menjual mesin-mesin pendukung seperti mesin parut kelapa, generator, genset, mesin semprot hama, mesin pemotong rumput, sugu, gerinda, bor, pokonya apa saja yang sekiranya bakal berguna dan bisa laku. Tidak harus semuanya berbau elektronik, yang non elektronik pun bisa ditambahkan untuk meramaikan barang dagangan. 

5. Cara Menjual Barang

Bagaimana cara menjual barang-barang tersebut. Untuk lebih detailnya mari kita simak penjelasan pada poin-poin berikut ini supaya bisa membantu Anda nanti. 

a. Riset Harga Baru Barang

Sebelum menentukan harga jual, Anda terlebih dahulu harus riset harga barunya berapa. Jangan sampai harga yang Anda jual sama dengan harga baru atau hanya sedikit selisihnya dengan harga baru. Paling tidak selisihnya sekitar 40 sampai 65 persen lebih murah dari harga baru barang tersebut. 

b. Menjual Secara Offline

Anda pasti sudah tahu menjual secara offline itu bagaimana. Anda tinggal menaruh barang-barang di lapak jualan Anda dan menunggu orang-orang mengunjungi tempat Anda untuk membeli dagangan Anda atau meminta jasa Anda untuk memperbaiki barang mereka. Beri potongan harga kepada mereka yang membeli barang lebih dari satu buah supaya menarik perhatian konsumen. 

c. Menjual Secara Online

Nah untuk cara kedua ini Anda sebaiknya membutuhkan satu orang lagi untuk membantu Anda. Tugas orang tersebut yaitu mempromosikan barang dagangan Anda di media sosial melalui forum jual beli atau marketplace. Dari sinilah calon-calon pembeli akan mengenal lokasi dan dagangan Anda. Berdasarkan pengalaman kami sendiri, jika tidak dibantu berjualan secara online maka peluang barang untuk laku itu lebih kecil. Maka dari itu Anda butuh mempromosikan barang dagangan Anda secara online. 

6. Memberikan Layanan Ekstra

Tidak sekedar menjual barang saja, Anda juga disarankan untuk memberikan layanan ekstra untuk menambah daya tarik dagangan Anda. Apa saja itu? Mari kita simak poin-poin nyanya untuk mengetahuinya. 

a. Memberikan Garansi Barang yang Dijual

Yang harus Anda pertimbangkan adalah garansi produk yang akan Anda jual. Anda bisa memberikan garansi seminggu atau dua minggu setelah pembelian. Jika dalam kurun waktu tersebut barang yang telah dibeli bermasalah, maka Anda harus bertanggung-jawab, entah itu barang dikembalikan lagi kepada Anda, atau bisa juga Anda perbaiki lagi barang tersebut supaya tidak terjadi kendala lagi. 

b. Bisa Tukar Tambah Barang

Untuk makin menambah daya pikat konsumen, Anda bisa mempertimbangkan layanan tukar tambah barang bekas. Biasanya konsumen menginginkan pertukaran barang dikarenakan untuk mengehemat pengeluaran mereka. Misal konsumen punya mesin cuci yang telah rusak, dan ingin tukar tambah dengan mesin cuci Anda yang telah siap pakai, maka tentukan berapa biaya tambahan dari konsumen dengan memperhatikan kondisi mesin cuci rusak yang akan mereka tukar. 

7. Penutup

Nah itulah tadi tips membuka usaha jual barang elektronik bekas siap pakai dari kami. Karena kebetulan kami sedang menggeluti sendiri usaha ini, maka tiap-tiap poinnya memang berdasarkan pengalaman kami sendiri selama menekuninya. Semoga tips dari kami ini bisa memberikan cukup gambaran kepada Anda bagaimana cara membuka usaha jual barang elektronik siap pakai. Kalau ada saran dan kritik atau pertanyaan mohon dituliskan saja di kolom komentar. Terima kasih sebelum dan sesudahnya. Semoga kesuksesan selalu menyertai Anda. 

Post a Comment for "Tips Membuka Usaha Jual Barang Elektronik Bekas Siap Pakai"